CegahStunting
Masa Depan Cerah

Cegah Stunting,
Dari Masa Kehamilan dengan ABCDE

Ilustrasi anak sehat
Pemahaman Dasar

Apa itu Stunting?

Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah dari standar tinggi badan anak seusianya berdasarkan nilai z-score tinggi badan menurut umur yang berada di bawah minus 2 standar deviasi. Stunting merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak secara permanen.

19,8%

Prevalensi Stunting

Indonesia • 2024

Menurun 7,9% dari 2023

1000 HPK

Periode Emas

Hari Pertama Kehidupan

Masa krusial cegah stunting
Faktor Risiko

FAKTOR PENYEBAB STUNTING

Multifaktorial, dimulai dari masa kehamilan hingga balita.

1.Kekurangan Asupan Energi dan Protein

Kekurangan asupan energi dan protein merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan stunting. Ibu hamil yang tidak memperoleh asupan gizi yang cukup serta mengalami penyakit infeksi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau panjang badan di bawah standar, karena pertumbuhan janin di dalam kandungan tidak berlangsung optimal. Kondisi ini dapat berlanjut setelah kelahiran apabila anak tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup baik dari segi jumlah maupun kualitas dalam jangka waktu yang lama, sehingga menghambat proses pertumbuhan.

2.Penyakit Infeksi

Penyakit infeksi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan dapat memperburuk kondisi gizi anak. Ketika anak sering sakit, nafsu makan biasanya menurun sehingga asupan makanan menjadi kurang. Selain itu, infeksi juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi di dalam tubuh.

3.Pola Asuh

Pola asuh yang kurang tepat, terutama dalam pemberian makan, sangat berpengaruh terhadap kejadian stunting. Anak yang tidak mendapatkan ASI secara optimal, tidak diberikan makanan pendamping sesuai usia, atau tidak memperoleh variasi makanan yang cukup akan berisiko mengalami kekurangan gizi.

4.Sanitasi Lingkungan dan Pelayanan Kesehatan

Lingkungan yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi pada anak. Sanitasi yang buruk, seperti tidak tersedianya air bersih dan fasilitas jamban yang layak, dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berdampak pada penurunan status gizi. Selain itu, kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan rutin dan pemantauan pertumbuhan anak juga dapat menyebabkan masalah gizi tidak terdeteksi sejak dini.

5.Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi keluarga berhubungan erat dengan kemampuan memenuhi kebutuhan gizi anak. Keluarga dengan pendapatan rendah cenderung memiliki keterbatasan dalam menyediakan makanan bergizi dan mengakses pelayanan kesehatan.

6.Faktor Pendidikan

Tingkat pendidikan orang tua, terutama ibu, mempengaruhi pemahaman tentang gizi dan kesehatan anak. Ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah seringkali memiliki keterbatasan dalam menerima dan memahami informasi tentang pola makan yang benar dan cara pencegahan stunting.

7.Faktor Lingkungan

Lingkungan tempat tinggal, baik lingkungan rumah maupun lingkungan sosial, juga berpengaruh terhadap kebiasaan makan dan kesehatan anak.

Waspada & Kenali

Ciri-Ciri Stunting

Deteksi dulu, cegah sedini mungkin. Kenali tanda utama stunting pada anak agar intervensi cepat dilakukan.

Tinggi Badan Pendek
1

Tinggi Badan Lebih Pendek

Tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya. Kondisi ini terjadi karena pertumbuhan tinggi badan terhambat akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Tinggi Badan Pendek
2

Berat Badan Lebih Rendah

Berat badan cenderung lebih rendah, anak stunting umumnya tidak hanya pendek, tetapi juga memiliki berat badan di bawah standar anak seusianya.

Tinggi Badan Pendek
3

Perkembangan Fisik Terhambat

Perkembangan fisik terhambat, seperti pertumbuhan otot dan bentuk tubuh yang tidak berkembang optimal dibandingkan anak lain.

Tinggi Badan Pendek
4

Gangguan Kognitif

Mengalami gangguan kognitif, yaitu adanya hambatan dalam kemampuan berpikir, belajar, mengingat, serta berkomunikasi, sehingga memengaruhi proses belajar anak.

Tinggi Badan Pendek
4

Energi & Aktivitas Rendah

Energi dan aktivitas cenderung rendah, anak terlihat kurang aktif dan mudah lelah, yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan perkembangan jangka panjang.

Serius & Berbahaya

Dampak Stunting

Stunting bukan hanya masalah tinggi badan. Dampaknya menghantui anak seumur hidup, dari fisik hingga ekonomi.

Dampak Jangka Pendek

a. Terganggunya Perkembangan Otak & Kecerdasan

Anak yang mengalami stunting memiliki perkembangan sel otak yang tidak optimal. Hal ini menyebabkan kemampuan berpikir, daya tangkap, dan kecerdasan anak menjadi lebih rendah dibandingkan anak dengan pertumbuhan normal.

b. Gangguan Pertumbuhan Fisik

Stunting menyebabkan pertumbuhan tinggi badan anak terhambat sehingga anak tampak lebih pendek dari teman seusianya. Kondisi ini merupakan akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

c. Terganggunya Metabolisme Tubuh

Anak stunting mengalami gangguan dalam proses pengolahan zat gizi di dalam tubuh, sehingga fungsi tubuh tidak bekerja secara optimal dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Terjadi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

Dampak Jangka Panjang

a. Kemampuan Kognitif Lemah & Perkembangan Gerak Terhambat

Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan berpikir dan keterampilan gerak yang lebih rendah hingga usia sekolah dan dewasa.

b. Meningkatkan Risiko Penyakit Sindrom Metabolik

Stunting dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit pada usia dewasa seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme lainnya.

c. Penurunan Pendapatan & Produktivitas

Dampak gangguan kecerdasan dan kesehatan menyebabkan kemampuan kerja saat dewasa menjadi kurang optimal sehingga berpengaruh pada rendahnya pendapatan.

d. Meningkatnya Angka Kesakitan

Individu yang mengalami stunting lebih rentan terhadap berbagai penyakit, baik pada masa anak-anak maupun saat dewasa.

Dampak seumur hidup & lintas generasi
Efek Domino Stunting

Gangguan gizi kronis → Hambat tumbuh kembang → Kerugian ekonomi

Balita
Usia Sekolah
Dewasa Produktif
Kemiskinan

Cegah Sebelum Terlambat!

Dampak stunting bersifat permanen dan sulit diperbaiki di masa dewasa. Investasi gizi anak sekarang adalah investasi masa depan bangsa.

Strategi Nasional

Pencegahan Stunting

Metode ABCDE · Langkah Konkret Generasi Bebas Stunting

A
B
C
D
E
A
Tablet Tambah Darah

Aktif & Rutin Tablet Tambah Darah

Pencegahan stunting dimulai sejak masa remaja dan kehamilan. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin: remaja putri 1 tablet/minggu, ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan. Mencegah anemia, kekurangan gizi kronis (KEK), dan menurunkan risiko BBLR.

Cegah anemia sejak dini
B
Pemeriksaan Kehamilan

Bumil Pemeriksaan Minimal 6 Kali

Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) minimal 6x selama kehamilan, termasuk 2x pemeriksaan dokter dengan USG. Memantau pertumbuhan janin, mendeteksi komplikasi dini, serta memastikan status kesehatan ibu dan janin tetap optimal.

Pantau kesehatan ibu & janin
C
Protein Hewani

Cukupi Asupan Energi dan Protein Hewani

Pemenuhan asupan energi dan protein hewani merupakan salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Sumber protein hewani yang umum dikonsumsi antara lain daging, ayam, ikan, telur, serta produk olahan susu. Konsumsi yang cukup dan seimbang dari sumber pangan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan janin dan menurunkan risiko terjadinya stunting pada anak.

Sumber gizi sempurna untuk si kecil
D
Posyandu

Datang ke Posyandu Setiap Bulan

Kunjungan rutin ke Posyandu setiap bulan memungkinkan pemantauan pertumbuhan (penimbangan berat badan & pengukuran panjang/tinggi badan balita). Screening dini tumbuh kembang → penanganan cepat meminimalisir dampak stunting.

Deteksi dini, cegah lebih awal
E
ASI Eksklusif

Eksklusif ASI 6 Bulan & Lanjut Hingga 2 Tahun

Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun memegang peranan penting dalam tumbuh kembang bayi. ASI memberikan nutrisi ideal (vitamin, protein, lemak) serta antibodi yang membantu melawan virus & bakteri, mendukung pertumbuhan optimal anak.

Antibodi alami untuk si kecil

Siap Terapkan ABCDE?

Mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Cegah stunting bersama!

Peran Penting

Peran Ibu Hamil dalam
Pencegahan Stunting

Masa kehamilan adalah awal dari periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase kritis yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

🍎 Gizi 🤰 Sehat
1000 HPK | Periode Emas
Mengapa Penting?

Ibu hamil memiliki peran penting dalam pencegahan stunting karena masa kehamilan merupakan awal dari periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu fase kritis yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Stunting dipengaruhi oleh status gizi ibu selama kehamilan, riwayat kesehatan, serta faktor lingkungan dan sosial ekonomi. Peran ini mencakup pemenuhan gizi selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin.

🎧 Klik untuk mendengar penjelasan

Gizi Seimbang

ASI Eksklusif

MPASI Bergizi

Pemantauan Rutin

60%

Kekurangan gizi ibu hamil berkontribusi pada risiko stunting

1000 HPK

Periode kritis yang tidak bisa diulang

6x

Minimal pemeriksaan kehamilan (ANC)

Tetap Terinformasi Seputar Stunting

Dapatkan tips, panduan nutrisi, dan info terbaru program pencegahan stunting.

Total Pengunjung:

Komitmen bersama untuk generasi tanpa stunting.